JURNAL

JUDUL                       : PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LAYANAN
  JASA TEKNOLOGI DAN KERJASAMA DI LEMBAGA DEF

JURNAL                    : VOL 6 Nomor 1, April 2010, ISSN 1414-9999.

EDISI/TAHUN          : 2010.
PENULIS                   : Alfian Destha Joanda, Yusuf Priyandari. dan Roni Zakaria

REVEIWER               : Halimul Aula  (1C114797).


Abstract
Layanan jasa seksi ABC information system is a system used by ABC lembaga DEF staff for process of saving and processing data of customer and customer’s product. This system facilitated by lembaga DEF to support making a document for testing. Previously seksi ABC lembaga DEF staff still use Microsoft Access and manual record. Therefore seksi ABC lembaga DEF staff require a new information system that quickly and efficiently so that improve customer services. In making this new information system the author uses Microsoft Visual Basic and MySql. The design of information system using prototyping method and using the database design with the concept of context diagram, Data flow Diagram (DFD), flowchart and Entity Relationship Diagram (ERD). The new application system is based on desktop applications and integration with SMS gateway.
Keywords: Informatic Management Systems, Seksi ABC LEMBAGA DEF, prototyping, sms gateway
1. Latar Belakang

Perkembangan manajemen di dalam suatu organisasi yang didukung oleh sistem informasi manajemen berbasis komputer merupakan salah satu kebutuhan utama pada era globalisasi [1]. Adapun berdasarkan surat edaran nomor 5 tahun 2013, seluruh instansi atau organisasi pemerintah dihimbau menggunakan TIK sebagai pendukung dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi organisasi [2]. Hampir semua organisasi pemerintahan saat ini membutuhan dukungan sistem informasi untuk membantu dalam pengambilan keputusan, menyimpan dan memproses kebutuhan data.
Kebutuhan akan hal yang sama juga dialami oleh manajemen dan keorganisasian di lingkungan lembaga DEF khususnya seksi ABC. Seksi ABC lembaga DEF adalah unit yang bertanggung jawab hubungan antara konsumen dengan pihak lembaga DEF atas permintaan layanan pengujian dari konsumen di fasilitas lembaga DEF [3].
Berdasarkan observasi yang dilakukan di lapangan, seksi ABC lembaga DEF sudah menggunakan sistem informasi manajemen berbasis komputer sebagai alat untuk mendukung proses bisnis pelayanan permintaan pengujian dari konsumen. Mulai dari membuat surat penawaran harga pengujian, surat kontrak, 98 Journal of Information Systems, Volume 10, Issue 2, October 2014

surat penunjukan pegiat yang melakukan serangkaian pengujian dan surat permintaan pekerjaan. Namun seksi ABC lembaga DEF menilai bahwa sistem informasi manajemen perlu dilakukan pengembangan sistem informasi seiring dengan melonjaknya permintaan layanan pengujian dari konsumen.
Permasalahan yang dialami seksi ABC lembaga DEF adalah sistem informasi manajemen seksi ABC lembaga DEF yang digunakan saat ini tidak dapat diakses oleh beberapa pengguna sekaligus. Tentu saja hal tersebut dapat menyita banyak waktu dan tenaga pada saat menginput data ke dalam database tersebut karena hanya satu pengguna. Selain itu seksi ABC membutuhkan aplikasi yang memiliki tingkat keamanan tinggi. Dokumen yang diolah oleh seksi ABC bersifat rahasia sehingga hanya beberapa komputer saja yang boleh menggunakanya dan hanya digunakan di kantor lembaga tersebut, tidak boleh dikerjakan di tempat lain. Melihat kendala tersebut, lembaga DEF menyadari bahwa seksi ABC lembaga DEF membutuhkan sistem informasi yang baru guna membantu pekerjaan seksi ABC lembaga DEF yang lebih efisien dan cepat. Sehingga tidak timbul permasalahan baru kedepannya. Maka dari itu lembaga DEF mengusulkan untuk dilakukan pengembangkan sistem informasi manajemen di lingkungan lembaga DEF khususnya seksi ABC lembaga DEF dengan menggunakan aplikasi berbasis desktop. Selain itu keunggulan aplikasi berbasis desktop memiliki performance yang unggul karena disesuaikan dengan spesifikasi hardware.
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan, yaitu “Bagaimana merancang dan membuat sistem informasi manajemen layanan seksi ABC, lembaga DEF ”. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu membuat sistem informasi manajemen yang baru untuk mengakomodir layanan yang diberikan seksi ABC, lembaga DEF. Agar pembahasan lebih terarah, penelitian dilakukan dengan pembatasan masalah yaitu tahap-tahap pengembangan aplikasi yang dikaji terdiri dari tahap analisa, perancangan, pemrograman dan evaluasi sedangkan tahap operasi dan pemeliharaan sistem tidak masuk kedalam kajian.
2. Tinjauan Pustaka
Pada metode ini menggunakan metode prototyping. Metode prototyping adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap model kerja (prototipe) dari aplikasi baru melalui proses interaksi dan berulang-ulang yang biasa digunakan ahli sistem informasi dan ahli bisnis. Sebagian user kesulitan mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Kesulitan ini yang perlu diselesaikan oleh analis dengan memahami kebutuhan user dan menerjemahkannya ke dalam bentuk model (prototipe). Model ini selanjutnya diperbaiki secara terus menerus sampai sesuai dengan kebutuhan user.
Bahasa pemrograman dalam perancangan sistem informasi ini menggunakan Microsoft Visual Basic. Microsoft Visual Basic adalah aplikasi yang dijalankan dengan menggunakan system operasi windows yang juga merupakan hasil karya dari perusahaan Microsoft corporation [4].
Database yang digunakan dalam perancangan sistem ini adalah MySQL. MySQL adalah sebuah program database server yang mampu menerima dan mengirimkan datanya dengan sangat cepat, multi user, serta menggunakan perintah standar SQL [5]. Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, membuat software database ini banyak digunakan oleh praktisi untuk membangun suatu project. Kelebihan MySQL yaitu sintaksnya lebih mudah dipahami dan tidak rumit, mendukung Open Database Connectivity (ODBC) untuk sistem operasi Windows, dan dapat diintegrasikan dengan berbagai bahasa pemprograman, seperti php dan Visual Basic [6]. MySQL merupakan software RDBMS (atau server database) yang dapat mengelola database dengan sangat cepat, dapat menampung data dalam jumlah sangat besar, dapat diakses oleh banyak user (multi-user), dan dapat melakukan suatu proses secara sinkron atau berbarengan (multi-threaded)[7].
3. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif dengan metode pengembangan sistem prototyping serta teknik pengambilan data melalui wawancara dan observasi.
Membuat sistem informasi manajemen ABC lembaga DEF dilakukan melalui beberapa tahapan kerja seperti yang dijelaskan di bagian berikut ini.
4. Pengumpulan data
Perancangan sistem informasi layanan jasa teknologi lembaga DEF diawali dengan pengambilan identifikasi sistem layanan seksi ABC. Identifikasi dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui apa saja yang dibutuhkan dalam Sofiyanti I, Dana Indra S, Factors That Influence 99
Pelanggan Jasa Teknologi dan Kerjasama Pimpinan Laboratorium 1.0 Registerasi Pelanggan 2.0 Registerasi Alat 3.0 Penawaran 5.0 Hasil Pengujian 6.0 Laporan Data Pelanggan Data Alat Data Pembayaran Data penerimaan/ penolakan pengujian Data Status Pengujian Alat Formulir Registrasi Pelanggan Data Pelanggan Id Pelanggan Data Alat Id Alat, jenis kalibrasi 4.0 Pembayaran Surat penerimaan/penolakan pesanan pengujian Biaya Pelaksanaan/Operasional Status Pengujian Alat Bukti Pembayaran Kontrak Pesanan Sertifikat Pengujian Alat Lampiran Sertifikat Pengujian Surat Jalan Laporan Bulanan Laporan Pengirim Surat Penawaran Harga (Client Base Service) Surat Permohonan Pelayanan Surat keputusan pegiat Service Order Kontrak


perancangan sistem informasi yang akan dirancang.
Mulai Pembuatan Program Aplikasi Evaluasi/Testing Sesuai Kebutuhan? Analisis dan Intepretasi Hasil Perancangan Kesimpulan dan Saran Selesai tidak Tahap Pengumpulan dan Pengolahan Data Tahap Analisis dan Intepretasi HasilStudi Lapangan Studi Pustaka Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Tahap Pendahuluan Tahap Kesimpulan dan Saran Penentuan Metodologi Pengembangan Sistem Perancangan basis data/ Database Identifikasi sistem layanan JTK Analisa kebutuhan sistem Perancangan Antarmuka/ Design Interface
Gambar 1. Tahapan Penelitian
Setelah mengetahui semua masalah yang ada pada sistem layanan seksi ABC lembaga DEF selanjutya dilakukan analisa untuk mengetahui kekurangan yang ada pada sistem layanan seksi ABC. Dari analisa tersebut dicari alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah yang ada di seksi ABC lembaga DEF.
Perancangan Sistem
Peancangan sistem informasi manajemen layanan ABC terdiri dari beberapa tahap yaitu
Pembuatan sistem informasi manajemen layanan ABC DEF. Sedangkan perancangan sistem informasi manajemen layanan ABC terdiri dari beberapa tahap yaitu diagram konteks, hierarchy chart, diagram konteks DFD level 0, DFD level 1, dan DFD level 2
a. Diagram Konteks
Diagram konteks dari usulan sistem informasi manajemen layanan JTK dapat dilihat pada gambar 4.10 berikut ini
Gambar 2. Diagram Konteks 0 Sistem Informasi Layanan JTK Staff ABC Kepala ABC Pegiat Laporan Bulanan Surat Penawaran Harga Kontrak Pesanan Pekerjaan Surat Penunjukan Penangung Jawab Kegiatan (Pegiat) Surat Tanad Jalan Tabel Angket Layanan Jasa Teknologi Surat Jalan Surat Tanda Terima Pelanggan Form Pesanan Pekerjaan
b. Hierarchy Chart
Model hierarki menggambarkan semua proses yang terjadi pada sistem. Model ini terdiri dari tiga level yaitu level 0, level 1 dan level 2.
0 Sistem Informasi Layanan DEF 2 Permintaan Layanan Pengujian 3 Proses Negosiasi Harga 4 Proses Pengelolaan Dokumen Layanan DEF 5 Laporan 1.2 Pengaturan Staff 3.1 Perhitungan/ Penawaran Harga 4.1 Penerimaan Benda Uji 3.2 Kontrak 4.2 Proses Dokumen Pekerjaan Top Level Level 0 1.1 Pengaturan Kop Surat 1 Pengaturan Sistem 1.4 Pengelolaan Tarif Layanan 1.3 Pengeloaan Akun Pengguna 4.3 Penomoran Sertifikat 4.4 Penyerahan Benda Uji 4.2.1 Form Pesanan Pekerjaan 4.2.2 Form Penunjukan Pegiat Level 1 Level 2
Gambar 3. Hierarchy Chart Sistem Layanan ABC
c. Data Flow Diagram
Setelah membuat Hierarchy Chart, langkah selanjutnya adalah membuat DFD level 0
Gambar 4. Data Flow Diagram Level 0 Sistem Layanan ABC DEF 100 Journal of Information Systems, Volume 10, Issue 2, October 2014



Dari DFD level 0 seperti yang digambarkan diatas, kemudian dibuat DFD level 1 untuk proses pegaturan sistem. DFD level 1 untuk proses pengaturan sistem.
1.1 Pengaturan Format Surat 1.2 Pengaturan Staff 1.3 Pengaturan Akun Pengguna 1.4 Pengelolaan Tarif Layanan Kepala DEF Data Format Laporan Data Akun Pengguna Data Staff Data Tarif Pengujian Data Format Dokumen Data Staff Data Akun Pengguna Data Tarif Pengujian
Gambar 5. Data Flow Diagram Level 1 Pengaturan Sistem
Selanjutnya DFD level 1 untuk proses negosiasi data.
3.1 Perhitungan Biaya 3.2 Kontrak Data Penawaran Harga Data Kontrak Data Tarif Pengujian Data Pelanggan Data Benda Uji Staff DEF Kepala DEF Kepala BTMP Surat Penawaran Harga Data Penawaran Harga Kontrak Data Penawaran Harga Data Penawaran Harga Kontrak
Gambar 6. Data Flow Diagram Level 1 Proses Negosiasi Harga
Selanjutnya DFD level 1 untuk proses negosiasi data Pengelolaan Dokumen Layanan.
Gambar 7. Data Flow Diagram Level 1 Proses Pengelolaan Dokumen Layanan 4.2 Proses Dokumen Pekerjaan 4.3 Penomoran Sertifikat 4.4 Penyerahan Benda Uji 4.1 Penerimaan Benda Uji Staff ABC Kepala DEF Data Pegiat Data Pesanan Pekerjaan Data Sertifikat Data Pelanggan Data Benda Uji Data Kontrak Tanda Terima Benda Uji Formulir Pesanan Pekerjaan Data Pesanan Pekerjaan SK Pegiat (PJT.07) Data Sertifikat Tanda Serah Benda Uji Nomor Sertifikat Data Pegiat Data Penerimaan Benda Uji Data Penyerahan Benda Uji
Lalu pada dfd Level 1 Proses Pengelolaan Dokumen Layanan di perjelas dengan dfd level 2 proses dokumen pekerjaan.
4.2.1 Pembuatan Form Pesanan Pekerjaan 4.2.2 Pembuatan Form Penunjukan Pegiat Data Pesanan Pekerjaan Data Pegiat Staff ABC Kepala ABC Data Pelanggan Data Benda Uji Formulir Pesanan Pekerjaan Data Pesanan Pekerjaan SK Pegiat Data Pegiat
Gambar 8. Data Flow Diagram Level 2
Proses Dokumen Pekerjaan
5. Perancangan Antarmuka


Splash Screen
Splash Screen merupakan suatu kondisi yang digunakan untuk menggambarkan image atau gambar yang muncul pada saat sebuah aplikasi atau program dalam proses loading. Splash screen ini digunakan sebagai feedback bahwa aplikasi tersebut masih dalam proses loading.Fungsi Splash Screen digunakan untuk menampilkan informasi yang bersifat sekilas pada user. Selain informasi, Splash Screen juga bisa digunakan sebagai pemanis aplikasi.
Form Login
Form login merupakan form yang harus diakses oleh setiap pengguna untuk dapat menggunakan aplikasi. Aplikasi akan mendeteksi siapa user yang menggunakan serta mengatur hak akses dari user yang bersangkutan. Melalui form ini, pengguna harus memasukkan username dan password.
Form Interface User
Interface user adalah halaman utama setelah user melakukan login dengan hak akses Staff ABC pada aplikasi. Dalam antarmuka user ini, user dapat. Antarmuka pemakai dapat menerima informasi dari pengguna dan memberikan informasi kepada pengguna untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi. Sofiyanti I, Dana Indra S, Factors That Influence 101
memiliki(1,1)memiliki(1,n)memliki(1,1)(1,1)(1,1)(1,1)memilikimemilikimemilikimemilikimemilikimemilikimemilikimemilikimemilikimemilikimemilikimemilikimemiliki(1,1)(1,1)(1,1)(1,1)(1,1)(1,1)(1,1)(1,1)(1,1)(1,n)(1,1)(1,n)(1,n)(1,1)(1,1)(1,n)(1,1)(1,1)(1,1)(1,1)(1,n)(1,n)(1,1)(1,1)(1,n)




Antarmuka Kepala Pimpinan
Antarmuka kepala pimpinan adalah halaman utama setelah user dengan status kepala lembaga DEF melakukan login pada aplikasi.Dalam antarmuka user dapat langsung melihat rekapitulasi layanan pengujian dalam suatu periode terterntu.
Manajemen User
Form manajemen user adalah mekanisme untuk mengelola user yang akan login ke dalam sistem database. Pengelolaan user tersebut bisa berupa penambahan user baru, penghapusan user yang sudah ada serta perubahan atribut user.Atribut user atau data pengguna mencakup NIP, username, password dan status untuk dapat mengakses aplikasi.
Terdapat beberapa form dalam Manajemen User, diantaranya adalah ; Form Manajemen Benda Uji, Form Manajemen Perusahaan, Form Daftar Harga Pengujian, Form Surat Penawaran Harga, dan Form Antarmuka Pesanan Pekerjaan.
Form manajemen benda uji digunakan untukmemasukkan data benda uji yang meliputi id alat, nama alat, nama pemilik, merek pabrik, model/tipe, nomor seri, tanggal masuk, tanggal pengujian dan lokasi pengujian. Form ini dilengkapi fasilitas pencarian berdasarkan id alat, nama alat atau nama pemilik.
Perusahaan
Form manajemen perusahaan digunakan untuk memasukkan data perusahaan yang meliputi id perusahaan, nama perusahaan, alamat, telepon, faximiledan nama pemesanan. Form ini dilengkapi fasilitas pencarian berdasarkan id perusahaan, nama perusahaan, alamat dan telepon.


Form daftar harga pengujian digunakan untuk memasukkan dataharga pengujian. Dalam memasukkan data ini dapat melalui detail data pengujian yang terdiri dari id pengujian, kategori uji, sub kategori, nama uji, keterangan uji, satuan dan harga. Form ini dilengkapi fasilitas pencarian berdasarkanid pengujian, kategori uji, sub kategori dan nama uji.
Form surat penawaran harga digunakan memasukkan data yang meliputi nama pelanggan, nama pemesan, telpon pemesan, fax pemesan, tanggal dibuat, subjek pengujian, dan detail uraian pekerjaan. Lalu user memilih kategori uji, sub kategori uj dan nama pengujiannya. Selanjutny user menekan tombol cetak untuk mencetak surat penawaran harga.
Form pesanan pekerjaan digunakan memasukkan data yang meliputi nomor pesanan pekerjaan, nama pelanggan, sifat peanan, jenis pesanan, kepada lab, detail alat dan catatan teknis.Selanjutny user menekan tombol cetak untuk mencetak formulir pesanan pekerjaan.
SMS Gateway
Setiap kali staff ABC lembaga DEF selesai menginput form kontrak dan pengujian benda selesai sistem secara otomatis mengirimkan sms kepada pelanggan yang memberi notifikasi bahwa kontrak dan pengujian telah selesai.
Gambar 18. Sms setelah kontrak
Gambar 19. Sms setelah pengujian selesai
6. Evaluasi


Tahap evaluasi merupakan tahap akhir dari perancangan sistem informasi layanan DEF. Pada tahap ini dilakukan uji coba apakah fitur dan fungsi yang ada pada aplikasi layanan DEFdapat berjalan dengan baik. Berikut salah satu form yang diuji.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Kalimat Passive Voice dalam Artikel

Sistem Pengereman Collision Warning Full Auto Brake (CWAB)

Implementasi Penggunaan Pengolahan Citra pada System Rudal Dengan Kendali GPS