Implementasi Penggunaan Pengolahan Citra pada System Rudal Dengan Kendali GPS
3KA42- Pengolahan Citra
Anggota Kelompok:
- David Saputra : 12114564
- Halimul Aula : 1C114797
- Raka Prabowo :18114849
A. Pengertian Rudal ber-GPS
GPS adalah suatu sistem navigasi yang memanfaatkan satelit.
Penerima GPS memperoleh sinyal dari beberapa satelit yang mengorbit bumi.
Satelit yang mengitari bumi pada orbit pendek ini terdiri dari 24 susunan
satelit, dengan 21 satelit aktif dan 3 buah satelit sebagai cadangan.
Dengan susunan orbit tertentu, maka satelit GPS bisa
diterima di seluruh permukaan bumi dengan penampakan antara 4 sampai 8 buah
satelit. GPS dapat memberikan informasi posisi dan waktu dengan ketelitian
sangat tinggi.
Dalam serangan terbaru Amerika Serikat dan Inggris ke Irak,
ribuan peluru kendali pintar jenis Tomahawk ditembakkan ke Bagdad. Para
jenderal aliansi mengatakan, semua peluru kendali mengenai sasaran. Rahasia
senjata pintar itu terletak pada sistem pengendalinya. Serangannya dipandu
menggunakan sistem satelit militer yang disebut Global Positioning Sytem-GPS.
Dengan propaganda militernya, Amerika Serikat memperlihatkan citra satelit,
yang menunjukan, bahwa semua sasaran yang dituju tidak pernah meleset.
Juga disebutkan kerugian di kalangan penduduk sipil dapat
dibatasi sampai minimal. Kunci dari keberhasilan serangan itu tentu saja
pemanfaatan Global Positioning System-GPS. Sebab menurut para pakar militer,
persenjataan pintar mutakhir dikembangkan tidak hanya dengan memperkuat daya
jelajahnya, melainkan juga dengan memperbaiki sistem kendalinya. Dengan
demikian peranan GPS amatlah besar, untuk membimbing peluru kendali agar dengan
akurat sampai ke sasaran tembak.
Peluru kendali jenis terbaru AS dipasangi peralatan sensor
GPS, sehingga arahnya bisa diubah di tengah jalan. Juga dengan memanfaatkan
GPS, berbagai hambatan, seperti kabut, badai pasir, iklim buruk, tabir api serta
faktor lain bisa diabaikan. Sebenarnya GPS adalah sistem navigasi militer
Amerika Serikat yang dipandu satelit dari luar angkasa. Jaringan satelitnya
mencakup seluruh permukaan Bumi. Prinsipnya adalah menentukan sebuah lokasi
dengan ketepatan tinggi. Prinsip ini serupa dengan metode lama
"triangulasi", dimana posisi sebuah titik ditentukan dengan menarik
tiga garis. Hanya saja kini garis itu ditarik dari luar angkasa menggunakan
pencitraan satelit.
B. Cara Kerja Rudal ber – GPS
Cara rudal mampu mencapai sasaran dengan tepat ialah rudal
yang sudah dilengkapi dengan dengan pemandu GPS tersebut berkerja dengan cara
meneruskan sinyal dan posisi armada bergerak kepada Base Station (BS).
Teknologi satelit ini akan melakukan pencitraan terhadap objek yang ada di bumi
yang selanjutnya akan diinformasikan kepada BS. BS selanjutnya melakukan
kalkulasi pencitraan ini, selanjutnya diteruskan terhadap rudal yang sudah
dilengkapi dengan GPS. Selanjutnya tinggal menentukan titik sasaran yang akan
dituju.
Beberapa contoh rudal yang sudah menggunaka alat pemandu
berupa GPS:
- AGM-137 TRI-SERVICE STANDOFF ATTACK MISSILE (TSSAM) Angkatan Udara Amerika (USAF) mulai mengembangkan Tri-Service Standoff Attack Missile (TSSAM) pada tahun 1986; untuk menghasilkan rudal dengan teknologi stealth untuk USAF, USN dan USMC dengan kemampuan jarak jauh, pemandu berdiri sendiri, pengenalan target otomatis, dan keakuratan tinggi serta hulu ledak yang mampu menghancurkan sasaran berupa struktur berpelindung tinggi baik didarat maupun diatas permukaan laut. Rudal akan dilengkapi dengan inertial navigation yang dibantu dengan GPS
- AGM-154A JOINT STANDOFF WEAPON (JSOW). Merupakan program bersama USN dan USAF untuk standarisasi senjata kendali jarak menengah, terutama untuk menghancurkan target terlindung pada jarak diluar jangkauan senjata anti-serangan udara, untuk mempertinggi tingkat keselamatan pesawat tempur.
- AGM-158 JOINT AIR TO SURFACE STANDOFF MISSILE (JASSM).Hasil rancang bangun Lockheed Martin. AGM-158A menggunakan pendorong turbojet CAE J402 dari Teledyne. Pemanduan melalui inertial navigation yang selalu diperbaharui dengan GPS. Pengenalan target dan terminal homing melalui imaging infrared seeker. Kelengkapan data link menjadikan rudal mengirimkan sinyal lokasi dan statusnya saat melesat menuju sasaran. Hulu ledak berupa WDU-42/B penetrator dengan bobot 450 kg.
- STORM SHADOWHasil rancang bangun Lockheed Martin. AGM-158A menggunakan pendorong turbojet CAE J402 dari Teledyne. Pemanduan melalui inertial navigation yang selalu diperbaharui dengan GPS. Pengenalan target dan terminal homing melalui imaging infrared seeker. Kelengkapan data link menjadikan rudal mengirimkan sinyal lokasi dan statusnya saat melesat menuju sasaran. Hulu ledak berupa WDU-42/B penetrator dengan bobot 450 kg.
C. Kelebihan dan Kekurangan System Rudal Dengan Kendali Gps :
- Kelebihan dari rudal yang menggunakan sistem pemandu GPS ini adalah memungkinkan ketepatan rudal dalam mencapai sasaran meskipun dengan jarak yang jauh. Dan bila dipergunakan dalam perang, memungkinkan meminimlkan jatuhnya korban dari warga sipil.
- Kelemahan, sistem navigasi menggunakan GPS ini memerlukan data yang akurat. Disinilah tugas mata-mata di darat, menentukan dan menandai sasaran yang akan ditembak. Jadi sistem canggih itupun bisa salah sasaran, kalau ternyata masukan dari darat tidak akurat. Rudal tersebut juga tidak akan mampu mencapai sasaran, bila sasaranya memasuki area blank spot, area tersebut biasanya bawah tanah.
Sumber Referensi :
http://dhy-tha.blogspot.co.id/2010/10/pengolahan-citra-di-bidang-militer.html




Komentar
Posting Komentar