KEPEMIMPINAN SIR ALEX FERGUSON (OPAH FERGIE) DI MANCHESTER UNITED
Alex Ferguson akan merayakan 25 tahun kepemimpinannya di
Manchester United, Minggu 6 November, pada hari timmnya menjamu Sunderland di
Liga Primer.
Dengan catatan prestasi 27 piala, Ferguson menjadi manajer
yang paling berhasil dalam sejarah sepak bola Inggris namun yang paling
menonjol dari karakternya adalah kemampuannya untuk menyesuaikan permainan dan
mengubah pendekatan.
Ferguson juga selalu menuntut para pemainnya untuk turun
dengan penampilan terbaik untuk setiap pertandingan.
"Setiap pertandingan seperti yang pertama baginya. Dia
gembira. Amat bersemangat. Dia amat ingin menang," kata Javier Hernandez,
yang kini menjadi salah satu penyerang andalan United.
Hernandez menambahkan bahwa sikap itu yang sepertinya
membuat Ferguson berbeda dengan manajer-manajer lainnya.
Manajer yang keras
Ferguson yang kini sudah berusia 69 juga dikenal merupakan
manajer yang keras, namun bersikap adil terhadap semua pemainnya dan memberikan
perhatian sepenuhnya.
"Sebagai pemain, Anda selalu merasa bahwa Anda sedang
dicoba dan harus membuktikan padanya bahwa Anda memang cukup baik untuk kostum
merah itu. Inilah salah satu alasan kenapa dia dan Manchester United amat
berhasil," kenang Gary Pallister, mantan pemain belakang Manchester
United.
Bagaimanapun Alex Ferguson terkenal sebagai manajer yang
tidak mudah untuk menerima kekalahan.
Banyak cerita-cerita tentang Ferguson yang melempar alat
pengering rambut atau sepatu di ruang ganti, termasuk David Beckham yang
disebut-sebut luka di bagian atas mata karena terkena lemparan sepatu.
Gary Pallister mengaku bahwa Ferguson memang sering marah
kepada para pemainnya.
"Saya kira saya mengalami hal itu lebih banyak karena
dia menganggap saya karakter yang malas jadi dia selalu ingin mendorong saya
lebih jauh. Saya tidak sendirian dalam mendapat perlakuan seperti itu,"
kenang Pallister.
Tangan besi dan fleksibilitas
Pertandingan melawan Sunderland, Minggu nanti, merupakan
yang ke-1.409 bagi Ferguson di Manchester United.
Dia tiba di Old Trafford pada November 1986 dengan ambisi
mendongkel Liverpool dari dominasinya di sepak bola Inggris dan semua orang
menyaksikan The Red Devils berhasil menumbangkan The Reds.
Bagaimanapuin memasuki 25 tahun kepemimpinannya, United
dihajar oleh tetangganya, Manchester City, 1-6 dan Ferguson mengakuinya sebagai
kekalahan terburuk dalam sejarah kepemimpinannya.
Kekalahan itu juga merupakan kebobolan enam gol yang pertama
bagi United di kandangnya sejak tahun 1930.
Banyak orang yang kemudian mulai mempertanyakan apakah
saatnya City menggeser dominasi United di sepak bola Inggris.
Ferguson -yang terkenal tak ragu-ragu mengubah taktik- yang
akan menjawab pertanyaan tersebut dalam sisa musim pertandingan ini.
Yang jelas campuran pendekatan tangan besi dan fleksibilitas
membuat Ferguson membawa United ke puncaknya.
Campuran pendekatan yang menurut salah seorang pemain
legendaris Inggris, Bobby Charlton, sebagai 'jenius'.
Piala Manchester United
12 Liga Primer
2 Piala Eropa
5 Piala FA
4 Piala Liga
10 Piala Charity/Community
1 Piala Winners' Cup
1 Piala Super Eropa
1 Piala Intercontinental Cup
1 Piala World Club

Komentar
Posting Komentar